Minggu, 26-Oktober-2014
Follow Us:
KOMPAS.com
Nanggroe | 06/02/2013
Aceh Media
BIREUEN - Ulama di Kabupaten Bireuen menyayangkan munculnya praktik prostitusi, yang terkuak pascapengangkapan lima mucikari perempuan yang melibatkan sejumlah pelajar SMP dan SMA menjadi pekerja seks di wilayah tersebut.

Seperti diutarakan Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah, Kecamatan Jeunieb, Tgk H Muhammad Yusuf A.Wahab, remaja saat ini rentan dengan krisis moral dan keimanan, sehingga rentan pula terjangkiti perbuatan kotor yang dilarang agama.

"Di sini peran orang tua demikian penting dalam bertanggung jawab membina dan membimbing anak-anak mereka di jalan yang benar," jelas lelaki yang akrab disapa Tu Sop ini.

Tu Sop mencontohkan, minimnya mata pelajaran agam di sekolah umum juga menjadi pendorong berkurangnya nilai moral dalam kehidupan remaja khususnya anak sekolah. "Kalaupun ada hanya pelajaran umum yang tidak menyentuh akhlak, keimanan dan moral," tegas Tu Sop, Rabu (6/2/2013).

Ditambah dengan minimnya bimbingan orang tua di rumah yang membiarkan anak --apalagi perempuan, untuk bergaul bebas di malam hari.

Hal senada diungkapkan Tgk Nurhayati, ulama perempuan yang juga mengecam prostitusi di Bireuen. Ia mengaku risau membayangkan jumlah korban lain yang lebih banyak dan masih belum terkuak. "Bukan tidak mungkin banyak pelaku atau korban lain bermunculan, sangat disayangkan bila terbiarkan tanpa tindakan arif berbagai pihak," ujar Nurhayati.

Khususnya bagi perempuan, Nurhayati mengaku, siraman kasih sayang disertai bekal pendidikan agama yang kuat harus ditanamkan sejak kecil. Jika tidak, perubahan dunia sejalan dengan kecanggihan teknologi menjadikan si anak terbuai jauh untuk kehidupan dunianya saja, sehingga melupakan kehidupan akhirat kelak.****


Anda Pengunjung:
ALAMAT REDAKSI: JALAN HASAN DEK NO 102, BEURAWE, BANDA ACEH, PROVINSI ACEH :: EMAIL: REDAKSI@ACEHONLINE.INFO

Developed by Delta Intermedia for Aceh Online :: Tentang kami | Kontak Kami | Karir | DisclaimerAtas