Sabtu, 23-08-2014
Follow Us:
Merdeka.com
Nanggroe | 22/03/2013
Aceh Media
BANDA ACEH - Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan pergaulan bebas di kalangan remaja di daerahnya kini memprihatinkan. Untuk mencegah hal tersebut, menurut Illiza dibutuhkan peran masyarakat untuk melakukan gerakan pencegahan.

Selain itu, upaya lain untuk menegakkan syariat Islam, kata Wakil Wali Kota yakni tidak lagi memberi izin baru kepada usaha rumah kecantikan (salon) di Kota Banda Aceh.

"Bukan berarti kami menutup usaha masyarakat, tapi itu semua dilakukan untuk mencegah agar tidak tumbuh usaha yang hanya berkedok salon, namun dalam praktiknya adalah sebagai transaksi prostitusi," kata Illiza seperti dikutip dari Antara, Jumat (22/3).

Bukan hanya salon, Pemkot Banda Aceh juga tidak mentolerir usaha yang dijadikan sebagai ajang maksiat, seperti kafe-kafe. "Kami menutup kafe jika dalam praktiknya ternyata juga dijadikan sebagai transaksi seks," kata Illiza.

Pemkot Banda Aceh membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat dalam upaya bersama menegakkan Syariat Islam secara menyeluruh (kaffah) di Ibu Kota Provinsi Aceh itu.

"Kami butuh dukungan elemen masyarakat, terutama ormas Islam sehingga upaya penegakan Syariat Islam di Kota Banda Aceh bisa berjalan sesuai harapan," kata Illiza.

Illiza mengatakan, penegakan Syariat Islam yang dilakukan pemerintah tidak berjalan mulus, tapi cukup banyak menghadapi tantangan.

"Namun bagi kami, Syariat Islam harus berlaku kaffah di Kota Banda Aceh. Membangun fisik tidak butuh waktu lama asalkan dananya cukup, tapi yang kita laksanakan adalah merubah perilaku dan itu butuh waktu," katanya menambahkan.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Samsul B Ibrahim menilai Pemkot Banda Aceh belum memiliki komitmen serius dalam penegakan Syariat Islam kaffah. Seharusnya, kata dia Banda Aceh yang telah mempromosikan diri sebagai kota madani benar-benar memberikan nuansa Islami di berbagai sektor kehidupan.

"Yang menjadi pertanyaan kami, dalam beberapa tahun terakhir tidak ada hukum cambuk diberlakukan di Kota Banda Aceh meski pelanggar syariat banyak terjaring," kata Samsul.(mdk)


Anda Pengunjung:
ALAMAT REDAKSI: JALAN HASAN DEK NO 102, BEURAWE, BANDA ACEH, PROVINSI ACEH :: EMAIL: REDAKSI@ACEHONLINE.INFO

Developed by Delta Intermedia for Aceh Online :: Tentang kami | Kontak Kami | Karir | DisclaimerAtas