Sabtu, 29-November-2014
Follow Us:
Teuku Rian
Ekonomi | 01/04/2013
Aceh Media
SIGLI - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Pidie mengakui jenis bibit Inpari 12 yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Pidie bermasalah, sehingga dinas tidak lagi merekomendasikan bibit tersebut untuk digunakan pada tahun 2013 ini.

Hal itu dikatakan Sekretaris Disntannak Pidie Fakhruddin, Senin (1/4), saat ditemui wartawan untuk mengkonfirmasi mengenai adanya 100 hektare sawah petani pidie yang puso (gagal panen).

Fakhruddin menjelaskan, peramasalahan bibit benih inpari 12 telah dibahas dalam Murembang 2013 beberapa waktu lalu.

"Rata-rata petani di Pidie mengatakan bibit itu bermasalah, kebanyakan mengakibatkan gagal panen. Setelah kami monitor ternyata benar yang bermasalah adalah Inpari 12, karena tidak cocok dengan kondisi tanah disini," jelas dia.

Bibit yang diberikan kepada para petani tersebut, Fahkruddin juga menjelaskan, berasal dari bantuan Cadangan Benih Nasional (CBN).

"Adapun yang di bantu CBN sebanyak 12.500 hektare se-kabupaten Pidie, dari 29.308 hektar lahan pertanian dan sebahagian lainnya swadaya dari masyarakat," imbuhnya.

Dari kejadian puso yang dialami petani Pidie, ia menyatakan Distannak tidak bisa menjanjikan bantuan apa yang akan diberika  kepada para petani.

"Kami akan rekap datanya dan kami kirim ke pusat, sehingga mereka dapat bantuan nantinya. Karena pengalaman tahun 2012, bantuan diberikan oleh pusat langsung, berupa uang atau benih," ujar Fakhruddin.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 100 hektar sawah di empat desa di Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie, mengalami gagal panen (puso) akibat padi yang ditanam para petani menghasilkan biji padi kosong (tidak berisi). Gagal panen itu diduga karena memakai benih (bibit) yang diberikan pemerintah. (Teuku Rian)


Anda Pengunjung:
ALAMAT REDAKSI: JALAN HASAN DEK NO 102, BEURAWE, BANDA ACEH, PROVINSI ACEH :: EMAIL: REDAKSI@ACEHONLINE.INFO

Developed by Delta Intermedia for Aceh Online :: Tentang kami | Kontak Kami | Karir | DisclaimerAtas