Sabtu, 01-November-2014
Follow Us:
Marzuki Juki
Nanggroe | 18/09/2013
Aceh Media
SIGLI - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie dalam sidang paripurna yang digelar, Rabu (18/9) siang, menetapkan lima anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Pidie. Selain menetapkan 5 Anggota Panwaslu hasil perekrutan Komisi A, DPRK juga menetapkan lima nama cadangan.
Kelima Anggota Panwaslu yang ditetapkan yakni Sufyan, Said Husin, Ibrahim Ali, Bahtiar M. Rasyid, dan Zakaria. Sedangkan lima nama cadangan yakni Junaidi, Desy Aida Yonarita, Andi Firdaus, Fadlial Fuad dan Abd Wahid Abdullah.

"Penetapan anggota Panwaslu Pidie dilakukan berdasarkan Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Qanun nomor 7 tahun 2007 tentang penyelengaraan Pemilihan Umum di Aceh," kata Ketua DPRK Pidie Muhammad AR kepada˙acehonline.info, Rabu siang (18/9).

Sebelumnya, kata Muhammad, ketua DPRK Pidie mendelegasikan perekrutan Panwaslu Pidie kepada Komisi A, yang perekrutannya dilakukan sejak Juli hingga awal September.

"Ada 15 nama yang masuk sebagai nominasi terbaik, kemudian diparipurnakan dan ditetapkan lima nama yang memiliki perangkingan tertinggi, serta lima nama sebagai cadangan," ujarnya.

Soal ada dualisme Panwaslu (Panwaaslu bentukan Bawaslu Pusat dan DPRK Pidie), Muhammad menjelaskan, DPRK Pidie merekut dan menetapkan Panwaslu Pidie berdasarkan UUPA dan Qanun nomor 7 tahun 2007, yang mengatur kekhususan Aceh. Terkait adanya Panwaslu bentukan Bawaslu, Muhammad menyatakan hal tersebut merupakan kewenangan Pusat, sedangkan DPRK Pidie tetap berpedoman pada kekhususan Aceh.

"Dualisme Panwaslu di Aceh telah masuk kepusaran konflik regulasi, dan kini masalah tersebut sedang dikaji secara hukum oleh Mahkamah Konstitusi. Meski apapun keputusan, DPRK Pidie tetap berpegang pada UUPA dan Qanun nonor 7 Tahun 2007," katanya.

Sementara Wakil Bupati Pidie M. Iriawan mengatakan, Pemkab Pidie tetap menerima keputusan DPRK Pidie tentang penetapan Panwaslu. 

"Hal tersebut sesuai dengan UU-PA dan kami siap memberikan fasilitas yang dibutuhkan Panwaslu dalam rangka menjalankan tugas pengawasan Pemilu 2014 di Pidie," ujarnya.

Sementara itu terkait Panwaslu bentukan˙Bawaslu pusat, Iriawan mengatakan dirinya baru menerima laporan lisan, dan belum ada laporan resmi secara tertulis mengenai keberadaan Panwaslu bentukan pusat di Pidie.

"Pemkab Pidie tetap bertumpu pada hasil peripurna DPRK Pidie yang telah menetapkan lima nama anggota Panwaslu Pidie. Pemkab Pidie sangat mendukung keputusan DPRK mengenai Panwaslu," imbuh Bupati.(Marzuki)


Anda Pengunjung:
ALAMAT REDAKSI: JALAN HASAN DEK NO 102, BEURAWE, BANDA ACEH, PROVINSI ACEH :: EMAIL: REDAKSI@ACEHONLINE.INFO

Developed by Delta Intermedia for Aceh Online :: Tentang kami | Kontak Kami | Karir | DisclaimerAtas